TUTORIAL PERANCANGAN DATABASE DENGAN MENGGUNAKAN SYBASE POWER DESIGN 11 STUDI KASUS SISTEM JURNAL ONLINE

Sekilas mengenai Sybase power designer 11

Sybase power designer 111 merupakan tool pemodelan yang dikeluarkan oleh Sybase untuk membangun sebuah system informasi yang cepat, terstruktur dan efektif. Sysbase power designer 11 mendukung bebepara pemodelan, antara lain sebagai berikut:

  1. Requirement management
  2. Business prosess
  3. Data modeling
  4. Xml modeling
  5. Application modeling dengan uml
  6. Information liquidity modeling
  7. Integrated modeling

Pada tutorial kali ini kita akan mencoba menggunakan power designer untuk melakukan pemodelan data untuk kemudian kita gunakan untuk melakukan perancangan basis data. Secara sederhana, untuk melakukan pemodelan data pada power designer, kita harus memulainya pada level Conceptual data model, dimana pemodelan data dilakukan dengan menggunakan metode entity relationship diagram. Pada cdm, tipe data yang digunakan bersifat general, dan tidak spesifik terhadap suatu database tertentu.

padaPower designer memiliki banyak dukungan target database, sehingga kita tidak perlu bingung mengenai tipe-tipe data yang digunakan, karena power designer akan menyesuaikan seperti pada tipe data yang kita definisikan sebelumnya pada tahap cdm.

Tahap terakhir adalah mengernerate script data definition language (ddl) dari pdm yang telah dibuat. Melalui ddl inilah kita dapat mengenerate objek-objek database (table, trigger, view, procedure) sehingga kemudian ddl script ini dapat kita eksekusi ke software database yang lain seperti oracle atau mysql, atau dapat juga kita buat koneksi dan mengeksekusinya langsung via power designer.

System Jurnal Online

  1. Conceptual Data Modelling

Pada tahap ini kita akan membuat CDM dengan studi kasus adalah System jurnal online. Tahapan pembuatan CDm pada power designernya adalah sebagai berikut:

i. Pilih menu File  > New  >   pada dialog new pilih new model  dan Conceptual Data     Model kemudian klik ok.

1

ii.  Langkah selanjutnya adalah membuat entitas pembaca. Pada tahapan ini, klik ikon entity pada pallete dan klik pada wokspace. Kemudian kembali ke pallete dan klik ikon panah lalu klik dua kali ikon entity atau klik kanan kemudian pilih properties, hasilnya tampak seperti gambar dibawah ini:

iii. Kemudian pada tab attributes, kita dapat menambahkan atribut pada entitas ini diantaranya:

3

iv. Untuk attribute PEMBACAID kita set sebagai primary key, sehingga centang P untuk mengeset primary key, selain itu PEMBACAID tidak boleh kosong sehingga centang M untuk Mandatory kemudian OK.

4

v. Langkah selanjutnya adalah membuat entitas PAPER. Langkah-langkahnya hampir sama dengan yang dilakukan pada tahapan pembuatan entitas PEMBACA dengan attribute sebagai berikut:

5

vi.  Hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah ini:

6

vii.   Selanjutnya buat entitas PENULIS, adapun attributnya adalah sebagai berikut:

7

viii. Hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah ini;

8

ix. Selanjutnya adalah membuat entitas REVIEW,adapun attributenya sebagai berikut:

9

x.  Hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah ini:

10

xi.  Selanjutnya kita akan membuat entitas ADMIN, adapun attributnya adalah sebagai berikut:

11

xii.  Hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah ini:

12

xiii.   Selanjutnya buat entitas SUMMARY, RECOMMEND dan CATEGORY, adapun atributnya adalah sebagai berikut:

13

xiv. Dari hasil ketiga attribut diatas hasilnya akan tampak sebagai berikut:

14

15

16

Dari semua entitas diatas buatlah relasi antar entitas dan hasilnya tampak seperti gambar dibawah ini:

17

2 . Conceptual Data Modelling

Setalah membuat CDM, maka tahapan selanjutnya adalah membuat PDM. Untuk membuat PDM  maka langkah-langkahnya sebagai berikut:

 i.  pilih tool > generate physical data model.

ii.  Pada tab general kita dapat memilih generate new physical data model.

iii. Pada pilihan database, kita dapat memilih database yang akan kita gunakan.

iv. Kemudian berilah nama pada PDMnya.

v.  Kemudian, kita dapat mengecek kebernaran model dengan cara yang sama saat mengecek kebenaran model CDM.

3. Data Definistion Language Generation

i. Tahap terkhir dalam perancangan database dengan menggunakan Sybase power designer adalah perancangan DDL script yang nantinya dapat kita impor pada database server.

ii. Untuk itu pilih database > generate database.

iii.   Pada dialog database generation, pilih script generation pada pilhan generation type.

iv.   ada directory, kita dapat memilih dimana DDL script ini akan disimpan.

v.  Pada file name, kita dapat mengetikan nama script ini.

vi. Untuk tab dan pilihan lain dapat kita biarkan dalam kondisi default.

vii.  Kemudian klik OK dan untuk melihat DDL script yang telah kita generate klik edit, dibawah ini adalah DDL script relasi jurnal online yang telah kita buat:

Continue reading

Rekayasa Perangkat Lunak (Model Spiral)

Pada tugas RPL kali pertama ini saya di tugaskan untuk memilih salah satu paradigma, adapaun macam-macam paradigma yang ada dalam RPL adalah sebagai berikut:

  1. Model Sekuensial Linier
  2. Model Prototipe
  3. Model RAD (Rapid  Aplication Development)
  4. Model Pertambahan (Incremental Model)
  5. Model Spiral
  6. Model Rakitan Komponen
  7. Model Perkembangan Konkuren
  8. Dll.

Okeh dari beberapa paradigma diatas saya lebih memilih model paradigma Spiral. Berikut adalah penjelasan mengenai model spiral:

Model spiral yang pada awalnya diusulkan oleh Boehm adalah model proses perangkat lunak yang evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari model  sekuensial linier. Model itu berpotensi untuk penengembangan versi pertambahan perangkat lunak secara cepat. Didalam model spiral, perangkat lunak dikembangkan di dalam suatu deretan pertambahan. Selama awal iterasi, rilis incremental bisa merupakan sebuah model atau prototipe kertas. Selama iterasi berikutnya , sedikit demi sedikit dihasilkan versi system rekayasa yang lebih lengkap.

Model spiral sendiri dibagi menjadi 6 (enam) aktifitas kerangka kerja atau bisa disebut dengan wilayah tugas antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Customer Communication : tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif di antara pengembang dan pelanggan.
  2.  Planing : tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yang berhubungan.
  3. Risk Analysis : tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir risiko-risiko baik manajemen maupun teknis.
  4. Engineering : tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
  5. Construction & Release : tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang (install) dan memberikan pelayanan kepada pemakai (contoh pelatihan dan dokumentasi)
  6. Customer Evaluation :  tugas-tugas yang dibutuhkan untuk memperoleh umpan balik dari pelanggan dengan didasarkan pada evaluasi representasi perangkat lunak yang dibuat selama masa perekayasaan dan diimplementasikan selama masa pemasangan.

spiralmodel

 Gambar 1.1 Model Spiral Tipikal

Ketika proses revolusioner ini mulai, tim rekayasa perangkat lunak bergerak searah jarum mengelilingi spiral tersebut dengan dimulai intinya. Lintasan pertama putaran spiral menghasilkan perkembangan dari spesifikasi produk, putaran selanjutnya digunakan untuk mengembangkan sebuah prototipe, dan secara progresif mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih canggih. Masing-masing lintasan yang melalui daerah perencanaan menghasilkan penyesuaian  rencana proyek. Biaya dan jadwal disesuaikan berdasarkan umpan balik yang disimpulkan dari evaluasi pelanggan. Sebagai tambahan, manager proyek menyesuaikan jumlah iterasi yang direncanakan yang dibutuhkan untuk melengkapi perangkat lunak.

Tidak seperti model proses klasik yang berakhir pada saat perangkat lunak sudah disampaikan, model spiral bisa disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai. Sebuah sumbu titik masuk proyek (project entry point) bisa didefinisikan seperti pada gambar 1.2. setiap kubus yang diletakan sepanjang sumbu mewakili titik awal untuk sebuah tipe proyek yang berbeda. Sebuah proyek perkembangan konsep  (concept development project) berawal dari inti spiral dan akan terus berlangsung sampai perkembangan konsep itu terlengkapi. Jika konsep tersebut akan dikembangkan kedalam sebuah produk actual, proses tersebut akan berlangsung melalui kubus selanjutnya dan berarti sebuah proyek perkembangan baru telah dimulai. Produk yang baru  tersebut akan melewati sejumlah iterasi yang mengelilingi spiral, mengikuti lintasan yang mengikat daerah yang mempunyai arsiran yang lebih terang dibandingkan daerah inti. Aliran proses yang sama juga berlangsung untuk tipe-tipe projek yang lain.

Model-Spiral

Gambar 1.2 Model Spiral yang disesuaikan untuk siklus hidup bagian dalam

Pada dasar spiral, ketika ditandai dengan cara tertentu, tetap bersifat operatif sampai perangkat lunak itu tidak digunakan lagi. Ada saat-saat dimana proses mengendor tetapi kapan saja sebuah perubahan dilakukan, proses akan dimulai lagi pada enti poin yang sesuai.

Model spiral menjadi sebuah pendekatan yang realistis bagi perkembangan system dan perangkat lunak skala besar. Karena perangkat lunak terus bekerja selama proses bergerak. Pengembang dan pemakai memahami dan bereaksi lebih baik terhadap risiko dari setiap tingkat evolusi. Model spiral menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan risiko. Tetapi yang lebih penting lagi, model spiral memungkinkan pengembang menggunakan pendekatan prototipe pada setiap keadaan di dalam evolusi produk. Model spiral menjaga pendekatan langkah demi langkah secara sistematik seperti yang diusulkan oleh siklus kehidupan klasik, tetapi memasukannya ke dalam kerangka kerja iterative yang secara realistis merefleksikan dunia nyata. Model spiral membutuhkan pertimbangan langsung terhadap risiko teknis pada semua keadaan proyek, yang dipakai secara benar akan mengurangi risiko sebelum menjadi sangat problematik.

 

[Refferensi]

Pressman, Roger S, 2002, “Rekayasa Perangkat Lunak pendekatan praktisi (Buku Satu), Andi, Yogyakarta ”